Wakaf, Wakaf Quran, Wakaf Produktif, Wakaf Al quran, Wakaf Tunai, Wakaf Masjid, Wakaf Jembatan, Wakaf Sekolah, Wakaf Quran Braille, Wakaf Alquran Braille, Rumah Wakaf Indonesia,
Wakaf Tanah, Rumah Wakaf, Bayar Wakaf, Bayaran Wakaf Online, Bayar Wakaf Online, Lembaga Wakaf, Lembaga Wakaf di Indonesia, Tempat Wakaf, Wakaf Online, Rumah Wakaf Bandung, Wakaf Online Indonesia, Wakaf Center, Wakaf Infak Sedekah, Wakaf Pembangunan Masjid
Saudaraku…
Salah satu nikmat besar pemberian-Nya yang wajib kita syukuri adalah dibukanya
kran-kran rezki untuk kita. Ada yang mengucur deras dan ada pula yang kecil.
Ada yang mengambil jatah rezkinya harian, pekanan, bulanan dan bahkan ada yang
musiman. Walaupun kadar rezki kita berbeda-beda antara satu dengan yang lain.
Tapi Allah swt memberi kita kebutuhan sesuai dengan kadar rezkinya
masing-masing.
Apa yang menjadi jatah rezki kita, pasti akan sampai kepada kita dengan cara
dan jalan yang dikehendaki-Nya. Dan apa yang bukan menjadi jatah rezki kita,
tak akan menyapa kita walapun kita mengejarnya dengan perasan keringat. Dan apa
yang bukan jatah rezki kita, akan berpindah ke tangan orang lain walaupun telah
berada di genggaman kita.
Prestasi dan kecerdasan kita, bukan jaminan keluasan rezki kita. Sebaliknya
orang yang selalu tertinggal prestasinya di sekolah dulu, bisa jadi di lapangan
rezki, ia lebih mudah dan luas dari yang lainnya.
Fakta berbicara, ada beberapa orang yang mengais rezki di satu perusahaan,
satu kantor, institusi pemerintahan, kantor dakwah dan seterusnya, tapi income dan
fasilitas yang disediakan juga berbeda-beda.
Namun yang harus kita yakini bahwa rezki yang telah sampai ke tangan kita,
pada hakikatnya merupakan titipan Allah swt. Yang Dia bisa menambah, mengurangi
atau mengambilkannya kapan Dia kehendaki. Untuk itu semestinya kita salurkan
sesuai dengan aturan dan kehendak-Nya.
Ketika Ia meminta pinjaman yang baik (sedekah) kepada kita, maka tidak ada
alasan bagi kita untuk menolaknya. Terlebih Dia akan mengembangkan harta kita
di akherat sana, dengan kelipatan 700 % keuntungan dan bahkan kelipatan yang
tak terhitung. "Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan
Allah adalah serupa sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap
bulir menumbuhkan seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa
yang dikehendaki-Nya." (Al Baqarah: 261).
Adakah tawaran yang lebih baik dari itu jika kita menyimpan harta kita di
bank-bank di dunia? Di bank konvensional sekalipun? Tentu tidak ada.
Saudaraku….
Abu Laits As Samarkandi rahimahullah pernah berkata, "Sisihkanlah dari
hartamu untuk sedekah, sesuai kadar kemampuanmu banyak ataupun sedikit. Karena
sedekah akan mendatangkan sepuluh perkara yang terpuji. Lima kebaikannya diraih
di dunia dan lima sisanya dikecap di akherat.
Adapun lima buah kebaikan yang kita raih di dunia adalah:
• Mensucikan harta.
• Membersihkan dosa dan kesalahan.
• Menolak bala' dan sakit.
• Mengalirkan kebahagiaan di hati orang-orang miskin.
• Mendatangkan keberkahan harta dan keluasan dalam rizki.
Saudaraku…
Barangkali ada harta yang kita peroleh dari jalan yang curang, bersumpah
palsu dan seterusnya. Hal itu dapat kita sucikan dengan sedekah. Tentunya
setelah kita bertaubat kepada Allah Swt.
Siapa yang tidak ingin dosa-dosa yang telah diperbuatnya terbakar dan
hangus? Salah satu cara untuk menghapus dosa dan kesalahan kita di masa lalu
adalah dengan sedekah. Dan tentunya tidak semua dosa dan kesalahan kita
terhapus dengan sedekah. Sedekah hanya menghapus dosa-dosa kecil yang pernah
kita ukir dalam hidup kita. Adapun dosa-dosa besar tak terlepas dari tubuh kita
kecuali dengan taubat dan istighfar.
Nabi Saw bersabda, "Dan sedekah itu menghapus kesalahan seumpama air
dapat memadamkan api." (H.R; Tirmidzi).
Dengan demikian, dosa ibarat api yang membakar tubuh kita, sedangkan
peredamnya adalah sedekah yang berfungsi sebagai air dingin yang mengguyur
tubuh kita.
Sakit dan musibah, erat hubungannya dengan kebakhilan dan kekikiran diri
kita. Semakin banyak kita sedekah, insyaallah sakit dan musibah akan menjauh
dari kita. Bahkan ia dapat menjadi obat penyembuh sakit yang mendera kita.
"Obatilah orang-orang sakit dari kalian dengan sedekah." (dihasankan
oleh syekh Al Bani dalam shahih al jami').
Di antara bentuk musibah yang tidak ringan dirasa adalah belum hadirnya
jodoh di samping kita. Bagi yang belum melepaskan masa lajangnya. Karena lautan
teramat luas bila dilayari seorang diri. Hutan belantara dan alam ini teramat
berat direntasi tanpa belahan hati yang menemani. Dan luka-luka di tubuh ini
terasa begitu perih dirasa tanpa ada bidadari tempat kita berbagi.
Dengan sedekah, insyaallah jodoh akan mendekat dan tali pernikahan pun mudah
kita ikat.
Dan bagi yang sudah berkeluarga, tapi belum dikaruniai buah hati juga
merupakan ujian yang berat dirasa. Karena anak merupakan dambaan semua pasutri.
Salah satu ikhtiyar yang kita lakukan untuk memancing kehadiran sang buah hati
adalah dengan memperbanyak sedekah.
Mengalirkan kebahagiaan dan keceriaan di hati orang yang miskin, merupakan
warna kebaikan yang paling disukai Allah Swt, sebagaimana sabdanya,
"Amalan, yang paling disukai Allah adalah keceriaan yang engkau alirkan di
hati seorang muslim." H.R; Tirmidzi.
Orang yang berhutang budi, biasanya tanpa dimintapun ia akan mendo'akan
orang yang berjasa dalam hidupnya dengan do'a-do'a yang baik. Terlebih do'a
orang yang berkekurangan sangat dekat untuk dikabulkan.
Dengan sedekah harta kita menjadi bertambah kwantitasnya dan melahirkan
keberkahan dalam hidup kita. "Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan,
maka Allah akan menggantinya." Saba': 39.
Saudaraku…
Tiada sejarahnya, orang yang banyak sedekah lalu ia jatuh miskin. Tiada
ceritanya orang yang banyak sedekah, hidupnya dililit masalah dan persoalan
hidup. Kalaupun ada, barangkali itu sebagai ujian dari-Nya. Atau bisa jadi
karena ia tidak ikhlas dan tulus dalam sedekahnya atau karena sebab lainnya.
Sudahkah kita sedekah hari ini? Wallahu a'lam bishawab.
Untuk info Wakaf klik disini
Sumber:Status Ustadz Abu Ja’far